Senin, 17 Juni 2019

Dienul islam

Bismillah,
Pengertian Al-Islam Menurut Bahasa Arab;
Kata ISLAM berasal dari asal kata:
1.  Salama – Yuslimu – Islaaman, yang berarti; berserah diri, tunduk, patuh, taat.
Ini berarti bahwa yang dimaksud dengan orang Islam ialah orang yang beraqidah-tauhid (berideologi Islam) kemudian ia menyerahkan seluruh ketaatan dan kesetiaannya itu hanya kepada pimpinan penyelenggara Dinul Islam (Alloh, Rosul dan Ulil amri / pelanjut-Nya) Qs 4:59. Ia menyerahkan ketaatan dan kesetiaanya itu dengan penuh kesadaran, kecintaan dan pengorbanan dengan tujuan hanya untuk mengharapkan keridhoan dan rahmat dari Alloh saja, tidak ada unsur keraguan dan keterpaksaan sedikitpun Qs 2:207 / 9:62.
2.  Salima – Yuslamu – Silman, yang   berarti; damai.
Islam benci peperangan tapi Islam pantang mundur apabila diserang oleh musuh dan hanya yang menyerang Islam-lah yang harus diperangi. Bagi mereka yang tidak memerangi dan tidak mengusir orang Islam karena din-nya serta tidak membantu pihak yang memerangi dan mengusir, maka Islam akan memperlakukannya dengan adil Qs 60:7-9.
3.  Jika diambil dari asal kata; Salima – Yuslamu – Salaaman, maka berarti; selamat, sejahtera.
Ini mengandung arti bahwa hanya Dinul Islam-lah yang mendapat restu dan ridho dari Alloh sebagai satu-satunya tatanan dan sistem hidup masyarakat yang harus tegak di muka bumi ini Qs 6:3 / 3:19,85. Dan hanya dengan Dinul Islam-lah manusia akan selamat serta sejahtera di dunia dan akhirat, tidak ada alternatif lain Qs 7:176 / 3:10 / 9:128.
4.  Kemudian jika kata Islam diambil dari kata; Salam – Yuslamu – Sulaaman, maka berarti; tangga menuju ke atas atau jenjang untuk menuju derajat tingkat atas.
Ini berarti bahwa dalam sistem Islam berlaku tingkatan kemuliaan, akan tetapi tingkat kemuliaan ini bukan diukur atas dasar tingkat keduniaan tapi atas dasar tingkat perjuangan dan pengabdiannya kepada Alloh SWT yang direalisasikan dalam wadah Dinul Islam.
B.  Pengertian AL-ISLAM Menurut Alloh SWT Dalam Al-Qur’an;
Berserah diri  dan pasrah Qs 3:83,102 / 4:125 , 31:22.
Tunduk, patuh dan taat Qs 49:14 / 22:34.
Bersih / Suci Qs 26:89 / 37:84.
Damai Qs 8:61 / 47:35.
Selamat Qs 36:58 / 11:69.
Sejahtera Qs 37:120 / 97:5.
Tangga Qs 6:35 / 52:38.
Jadi kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan yang sejati akan tercapai apabila diri kita beriman (kepada rukun Iman yang enam) kemudian menghijrahkan seluruh jiwa dan harta kita secara totalitas ke dalam Agama Islam yang ada dibawah naungan Dinul Islam Qs 4:100 / 9:20-22 / 22:58, setelah itu ia tidak ragu-ragu untuk ikut serta berjihad (berjuang) mensukseskan program-program yang ada dalamnya dengan seluruh jiwa dan harta yang dimiliki hingga titik darah penghabisan Qs 49:15 dengan tujuan hanya untuk mengharapkan ridho Alloh (ampunan Alloh) saja, tidak ada tujuan lain Qs 2:207 / 9:62.
Oleh sebab itu belum pantas seseorang masuk syurga Alloh, jika ia tidak ikut serta berjihad (berjuang) mensukseskan program-program yang ada dalam Dinul Islam dengan sabar hingga titik darah penghabisan Qs 2:214 / 3:142.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat Qs 2:214.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjuang diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (dalam menjalankan tugas) Qs 3:142.
Jadi yang dimaksud dengan DINUL ISLAM adalah sebuah tatanan atau sistem hidup masyarakat atau sebuah lembaga hasil ciptaan Alloh SWT yang diwahyukan (diembankan) kepada para Rosul-Nya yang di dalamnya menaungi; menata dan mengatur seluruh aspek dan sendi kehidupan manusia yakni menaungi; menata dan mengatur masalah; IDEOLOGI (PEMAHAMAN, KEYAKINAN, CITA-CITA), POLITIK (KETATANEGARAAN; KEDAULATAN, KEPEMIMPINAN, PEMERINTAHAN), HUKUM (UU PIDANA & PERDATA), EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA, AGAMA, PENDIDIKAN, PERNIKAHAN (BERKELUARGA), WARIS, KESEHATAN, HANKAM (MILITER), IPTEK, OLAH RAGA, AKHLAK (MORAL), dan KETA’ATAN dengan berpedoman kepada UUD yang bersumber dari Wahyu Alloh (Al-Qur’an dan Sunnah), seperti halnya Lembaga Dinul Islam yang telah diproklamasikan oleh Rosululloh SAW di wilayah Madinah. Nama lain dari Lembaga Dinul Islam ialah Lembaga Islam Kaffah, Lembaga Mulkiyah Islam atau Lembaga Daulah Islam atau Lembaga Khilafah Islam.
4. Lawan Dinul Islam (Dinul Jahiliyah).
Lawan atau Musuh Besar Dinul Islam ialah Din Ghoir Islam (Din Jahiliyah atau Sistem Jahiliyah). Segala bentuk tatanan, sistem hidup masyarakat; kedaulatan, kekuasaan, kepemimpinan, pemerintahan, kerajaan, negara, daulah atau khilafah, maka itulah yang dalam Al-Qur’an disebut dengan AD-DIN . Istilah Ad-Din ini tidak hanya dikhususkan untuk Islam saja, akan tetapi ditujukan juga kepada segala bentuk tatanan atau sistem hidup masyarakat, sistem kekuasaan, sistem kepemimpinan, sistem pemerintahan, sistem kerajaan, sistem negara, sistem daulah atau sistem khilafah yang di dalamnya menanugi; menata dan mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, sekalipun tidak berpedoman kepada Wahyu Alloh (Kitabulloh), seperti halnya Lembaga Ad-Din yang telah diproklamasikan oleh Fir’aun, Raja Namruz, Raja Abrahah, dan Lembaga DINUL JAHILIYAH MEKKAH yang dipimpin oleh Abu Jahal Cs. Itulah definisi AD-DIN yang sesungguhnya sesuai dengan yang diharapkan oleh Alloh dan Rosul-Nya.
Di planet bumi ini terdiri dari berbagai macam dan bentuk Ad-Din (tatanan / sistem hidup) yang dianut oleh manusia dengan pedoman yang berbeda pula, tapi ingat AD-DIN yang diturunkan oleh Alloh SWT ke muka bumi ini hanya satu, yakni DIN ISLAM atau DINUL ISLAM. Sudah menjadi hukum alam atau Sunatulloh bahwa kehidupan di dunia ini selalu berpasang-pasangan; ada siang dan ada malam, ada laki-laki dan ada perempuan, ada syurga dan ada neraka, ada kebenaran dan ada pula kebathilan, begitu juga dengan Ad-Din. Secara global Ad-Din yang ada di muka bumi ini hanya ada dua, yakni DINUL ISLAM dan DIN GHOIR ISLAM atau DIN JAHILIYAH.
A.  Pengertian Dinul Jahiliyah (Din Ghoir Islam).
Pengertian Din (sudah dijelaskan di atas).
Pengertian Jahiliyah.
Kata Jahiliyah berasal dari kata Jahala yang berarti; bodoh, tidak faham, tidak mengerti, tidak ma’rifat atau tertipu. Diantara pembaca mungkin telah banyak yang pernah mendengar dan membaca istilah jahiliyah atau masyarakat jahiliyah dan banyak pula yang mengerti bahwa yang dimaksud dengan istilah jahiliyah adalah keadaan bangsa Arab yang hidup pada masa sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai pimpinan Dinul Islam. Mereka saat itu dalam keadaan serba terpuruk dalam segala aspek kehidupan. Mereka bodoh dan gelap tidak bisa keluar dari berbagai keterpurukan dan kebangkrutan, akibat dari telah jauh meninggalkan konstitusi (pedoman dan aturan hidup) yang telah disediakan oleh Alloh SWT.
Maksud 4 kata Jahiliyah dalam Al-Qur’an;
1.  zhannal Jahiliyah (Berprasangka buruk kepada Alloh) Qs 3:154.
Ciri khas orang jahiliyah yang pertama ialah; berprasangka buruk kepada Alloh atau tidak percaya atas kemampuan Alloh dalam menciptakan aturan dan hukum bagi manusia yang telah diciptakan-Nya, artinya; ia berprasangka buruk bahwa jika aturan dan hukum Alloh (Al-Qur’an dan Sunnah) itu diterapkan dalam tatanan hidup masyarakat atau dalam sebuah negara, maka akan menimbulkan berbagai kekacauan, ketidakadilan, peperangan, kemiskinan dan berbagai bencana lainnya. Mereka tidak sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik kesejahteraan, keselamatan maupun kesengsaraan; kekacauan, ketidakadilan, peperangan, kemiskinan dan lain sebagainya seluruhnya dikendalikan penuh oleh Alloh SWT.
Seandainya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertaqwa kepada Alloh (menjadikan Kitabulloh sebagai sumber undang-undang dan hukum tertinggi), pastilah Kami limpahkan berkah (rezeki) kepada mereka dari berbagai penjuru langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan (undang-undang dan hukum yang telah diciptakan Alloh), maka Kami siksa mereka (penduduk negeri tersebut) disebabkan oleh perbuatannya Qs 7:96.
2. Hukmal Jahiliyah (Beraturan atau berhukum Jahiliyah) Qs 5:50.
Ciri khas orang jahiliyah yang kedua ialah; ia ridho dan rela untuk diatur, diundang-undangi dan dihukumi oleh aturan dan hukum jahiliyah (selain Al-Qur’an dan Sunnah). Dikarena dalam akal mereka telah berprasangka buruk kepada Alloh; bahwa jika aturan dan hukum Alloh itu diterapkan dalam tatanan sosial masayarakat atau dalam sebuah negara, maka akan menimbulkan berbagai kekacauan, perpecahan, ketidakadilan, peperangan, kemiskinan dan berbagai bencana lainnya, maka selanjutnya ia mencari aturan dan hukum alternatif yang cocok dengan hati nuraninya dengan meninggalkan aturan dan hukum yang telah disediakan oleh Alloh (Al-Qur’an dan Sunnah).
Apakah hukum jahiliyah (undang-undang buatan manusia) yang mereka kehendaki dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum hasil ciptaan) Allah bagi orang-orang yang yakin ? Qs 5:50.
…….Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang telah diturunkan oleh Alloh (undang-undang dan hukum Qur’an), maka itulah orang yang kafir Qs 5:44.
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At-Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisos)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah (undang-undang dan hukum Qur’an), maka mereka itu ialah orang-orang yang dzalim Qs 4:45.
Ini (Al-Qur’an) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang menolak ayat-ayat Alloh (undang-undang dan hukum Qur’an) bagi mereka azab dan siksa yang sangat pedih Qs 45:11.
3. Tabarujjal Jahiliyah (Berpola hidup Jahiliyah) Qs 33:33.
Ciri khas orang jahiliyah yang ketiga ialah; ia berpola hidup; berbudaya, berpakaian, bersolek atau berdandan jahiliyah, yaknI tidak sesuai dengan aturan dan perintah Alloh. Itulah buah dari penerapan aturan dan hukum Non Wahyu (selain Al-Qur’an dan Sunnah). Mereka lebih percaya (iman) kepada aturan dan hukum yang bersumber dari produk manusia dengan meninggalkan aturan dan hukum yang telah disediakan oleh tuhannya (Al-Qur’an dan Sunnah).
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku (berpaling dari aturan dan hukum Qur’an), maka sesungguhnya akan diberikan kepadanya penghidupan yang sempit (serba sengsara) dan Kami akan mengumpulkan mereka di hari qiyamat dalam keadaan buta Qs 20:124.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami (menolak aturan dan hukum Qur’an), kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit yang lain (kulit baru) supaya mereka merasakan (pedihnya) azab-(Ku). Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana Qs 4:56.
4. Hamiyatal Jahiliyah (Kesombongan Jahiliyah) Qs 48:26.
Ciri khas orang jahiliyah yang keempat ialah; berprilaku sombong kepada Alloh. Dikarenakan mereka sudah merasa mampu dan hebat dalam menyediakan aturan dan hukum bagi masyarakatnya, maka dari itu mereka sudah tidak lagi membutuhkan aturan dan hukum yang berasal dari tuhannya. Mereka berkeyakinan bahwa aturan dan hukum yang telah dibuatnya adalah lebih sempurna dibandingkan dengan aturan dan hukum yang telah diciptakan oleh tuhannya (Alloh SWT).
Aturan dan hukum yang telah ditegakkan dalam tatanan masyarakat dan negaranya adalah sudah final / harga mati, tidak bisa diganggu gugat apapun alasannya; mereka lebih baik mati dan hancur lebur ditimpa bebagai bencana daripada harus kembali kapada konstitusi (aturan dan hukum) yang telah disediakan oleh Alloh SWT (Al-Qur’an dan Sunnah), mereka sudah tidak lagi merasa takut dengan azab yang dincamkan Alloh SWT, ancaman itu dinggapnya hanya sebatas dongeng zaman jahiliyah dulu yang tidak mungkin menimpa negerinya yang serba canggih dalam mendeteksi dan menangani berbagai bencana. Itulah puncak kesombongan para pejabat dan warga Din Jahiliyah Mekkah fii Indonesia.
Seandainya penduduk suatu negeri itu beriman (kepada sistem Islam) dan bertaqwa kepada Alloh (melaksanakan aturan dan hukum Al-Qur’an), pastilah Kami limpahkan berkah (rezeki) kepada mereka dari berbagai penjuru langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan (undang-undang dan hukum Qur’an), maka Kami siksa mereka (penduduk negeri tersebut) disebabkan oleh perbuatannya Qs 7:96.
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami (menolak aturan dan hukum Al-Qur’an), maka nanti akan Kami bawa mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kesengsaraan dan kehancuran) dengan cara yang yang tidak mereka sadari. Kemudian kami memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku pasti terbukti Qs 7:182-183.
Jadi yang dimaksud dengan Dinul Jahiliyah (Din Ghoir Islam) adalah segala bentuk tatanan atau sistem hidup masyarakat yang di dalamnya menaungi; menata dan mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, yakni diantaranya menaungi; menata dan mengatur masalah; IDEOLOGI (PEMAHAMAN, POLA PIKIR, CARA PANDANG, KEYAKINAN, CITA-CITA), POLITIK (KETATANEGARAAN; KEDAULATAN, KEPEMIMPINAN, PEMERINTAHAN), HUKUM (UU PIDANA & PERDATA), EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA, AGAMA, PENDIDIKAN, PERNIKAHAN (BERKELUARGA), KESEHATAN, WARIS, HANKAM (MILITER), IPTEK, OLAH RAGA, AKHLAK (MORAL), KETA’ATAN, dan lain sebagainya dengan berpedoman kepada undang-undang dan hukum hasil buatan manusia, seperti Dinul Jahiliyah Mekkah yang dipimpin oleh Abu Jahal Cs. Nama lain dari Dinul Jahiliyah ialah; Daulah Jahiliyah atau Khilafah Jahiliyah.