Jumat, 31 Agustus 2018

Sifat manusia

*SIFAT MANUSIA DLM AL-QUR'AN*

Ada banyak sifat manusia yang digambarkan dalam Alquran.

Penggambaran sifat-sifat ini akan membantu kita untuk lebih introspeksi diri sehingga menjadi manusia yang *dicintai Allah SWT.*

*Seperti apa sifat-sifat manusia tersebut:*

*Pertama,*
Manusia itu lemah.
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah”
(Q.S. Annisa; 28)

*Kedua,*
Manusia itu gampang terperdaya
“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah”
(Q.S Al-Infithar : 6)

*Ketiga,*
Manusia itu lalai. “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur 1)

*Keempat,*
Manusia itu penakut.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(Q.S Al-Baqarah 155)

*Kelima,*
Manusia itu bersedih hati.
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62)

*Keenam,*
Manusia itu tergesa-gesa.
"Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.
(Al-Isra’ 11)

*Ketujuh,*
Manusia itu suka membantah.
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4)

*Kedelapan,*
Manusia itu suka berlebih-lebihan.
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6)

*Kesembilan,*
Manusia itu pelupa.
“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S Az-Zumar : 8 )

*Kesepuluh,*
Manusia itu suka berkeluh-kesah. “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah”
(Q.S Al Ma’arij : 20)

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”
(Q.S Al-Fushshilat : 20)

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83)

*Kesebelas,*
Manusia itu kikir.
“Katakanlah:
“Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.”
(Q.S. Al-Isra’ : 100)

*Keduabelas*
Manusia itu suka kufur nikmat.
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15)

sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
(Q.S. al-’Aadiyaat : 6)

*Ketigabelas,*
Manusia itu zalim dan bodoh.
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ”
(Q.S al-Ahzab : 72)

*Keempatbelas,*
Manusia itu suka menuruti prasangkanya.
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
(Q.S Yunus 36)

*Kelimabelas,*
Manusia itu suka berangan-angan.
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahul u bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (Q.S al Hadid 72)

*Solusinya*
Itulah 15 sifat manusia yang disebutkan dalam al-Quran. Mengerikan bukan? Adapun islam, sudah memberikan solusi untuk segala sifat buruk manusia ini. Sungguh nikmat iman dan islam ini bukanlah sesuatu yang kita dapat dengan murah!

*Solusi pertama,*
Tetap berpegang teguh kepada tali agama dan petunjuk-petunjuk dari Allah

Allah SWT berfirman:
“Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S al-Baqarah : 38)

*Solusi kedua,*
Tetap berada dalam ketaatan sesulit apapun situasi yang melanda tetap berada dalam ketaatan disini, berarti bersegera menyambut amal-amal kebaikan. Mungkin seperti syair yang dilantunkan Abdullah bin Rawahah untuk mengembalikan semangatnya saat nyalinya mulai ciut di perang mut’ah ketika dua orang sahabatnya yang juga komandan pasukan pergi mendahuluinya. “wahai jiwa, jika syurga sudah di depan mata mengapa engkau ragu meraihnya”

Allah berfirman
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (Q.S. Ali Imran : 133)

*Solusi ketiga,*
Jaga keimanan kita adalah hal yang wajar, iman seseorang naik turun dan berfluktuatif. Sama mungkin seperti yang dikhawatirkan sahabat Hanzalah, ketika ia curhat kepada abu Bakar bahwa ia termasuk orang yang celaka.

Mengapa demikian? karena ia merasa Imannya turun ketika jauh dari Rasulullah.
Ternyata itu pula yang dirasakan lelaki dengan iman tanpa retak itu. Hinga mereka berdua akhirnya menghadap Rasulullah. Mendengar permasalahn mereka, Rasulullah hanya tersenyum dan menjawab, “selangkah demi selangkah Hanzalah!”

Tetapi sungguh, iman seorang mukmin yang baik, akan tetap memiliki trend yang menanjak.
Disinilah mungkin loyalitas kita kepada Allah diuji. Apakah kita bisa, belajar mencintai Allah diatas segala sesuatu, belajar mencintai sesuatu karena Allah, serta belajar membenci kekufuran!!!

*Solusi keempat,*
Berjama’ah
Manusia itu lemah ketika sendiri dan kuat ketika berjama’ah. Adakah yang meragukannya?

Jumat, 24 Agustus 2018

Kumpulan Doa

*ORISINIL DARI QURAN*

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

💛 *KHAWATIR HATIMU BERPALING DARI HIDAYAH :*

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّاب��ُ

RABBANA LAA TUZIGH QULUU BANAA BA'DA IDZ HADAITANAA WAHAB LANA MILLADUNKA RAHMATAN, INNAKA ANTAAL WAHHAB.

Ya Alloh ya Robbal kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kpd kesesatan stlh Engkau berikan petunjuk kpd kami, dan karuniakanlah kpd kami rahmat dr sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
(QS. 3 : 8)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

🌷*INGIN MATI SYAHID :*

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ 🍁

RABBANA AAMANNAA BIMAA ANZALTA WAAT TABA'NAAR RASUULA FAAK TUBNAA MA 'ASY SYAAHIDIIN.

Ya Alloh , kami telah beriman kpd apa yg Engkau turunkan dan kami tlh mengikuti Rasul, krn itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yg memberikan kesaksian.
(QS. 3 : 53)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

😓☝ *TERKENA KESUSAHAN :*

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ 🌷

HASBI YALLAH LAA ILAAHA ILLAA HUWA 'ALAIHI TAWAK KALTU WA HUWA RABBUL 'ARSYIL 'ADHIIM.

Cukuplah Allah bagiku ; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy (singgasana) yg agung.
(QS. 9 : 129)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

🌸 *MEMOHON KPD ALLAH AGAR  SHALAT KITA BESERTA KELUARGA TERJAGA :*

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ 🍀

RABBIJ 'ALNII MUQIIMASH SHALAATI WA MIN DZUR RIYYATI RABBANA WA TAQABBAL DU 'AA.

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doa kami.
(QS. 14 : 40)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

💓 *MOHON INGIN ISTRI DAN KELUARGAMU MENYENANGKAN DAN MENYEJUKKAN HATI :*

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا 🌺

RABBANAA HABLANAA MIN AZWAA JINAA WA DZURRIY YATINAA QURRATA A' YUN WAAJ 'ALNAA LILMUTTAQIINA IMAAMAA.

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kpd kami pasangan kami dan keturunan kami sbg penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang orang yg bertaqwa.
(QS. 25 : 74)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

💝 *RUMAH YANG PENUH KEBERKAHAN :*

رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِين��َ

RABBI  ANZILNII MUNZALAM MUBAARAKAA, WA ANTA KHAIRUL MUNZILIIN.

Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yg diberkahi, dan Engkau adalah sebaik baik pemberi tempat.
(QS. 23 : 29)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

😰👌 *DIJAUHKAN DARI GANGGUAN SYETAN :*

رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ 💚

RABBI A'UDZU BIKA MIN HAMAZAATISY  SYAYAATHIINI, WA 'AUDZU BIKA RABBI AYYAH DHZURUUN.

Ya Tuhanku, aku berlindung kpd Engkau dari bisikan bisikan syetan. Dan aku berlindung pula kpd Engkau ya Tuhanku agar mereka tidak mendekati aku.
(QS. 23 : 97 - 98)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

💢 *TAKUT MASUK NERAKA :*

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا 💦

RABBANAASH RIF 'ANNAA 'ADZAABA JAHANNAMA, INNA 'ADZAA BAHAA KAANA GHARAAMAA.

Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal.
(QS. 25 : 65)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

🌻 *PERMOHONAN KPD ALLAH AGAR MENERIMA AMAL BAIKMU :*

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ 🍂

RABBANAA TAQABBAL MINNAA INNAKA ANTAS SAMII'UL 'ALIIM.

Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh Engkaulah yg Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
(QS. 2 : 127)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

😔👆*KESEDIHAN YANG MENDALAM :*

إنما أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّه 🍃

INNAMAA ASYKUU BATS TSII WA HUZNII ILAALLAH.

Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.
(QS. 12 : 86)

▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓

Senin, 20 Agustus 2018

Politik Wangi

*_POLITIK ITU WANGI_*

بسم الله الرحمن الرحيم

_Buka2 medsos, saya baca obrolan di salah satu WAG, topiknya tentang orang2 yang (merasa) pintar yang cenderung anti politik dan MELARANG tiap anggota WAG nya bicara tentang politik. Jadi isi obrolan WAG itu cuma ucapan selamat ulang tahun n posting kuliner, konon isinya grup orang2 pinter, yang TEREDUKASI dengan baik dari universitas ternama. Saya ketawa bacanya. Saya jg punya grup begitu. Tiap ada yg ngomong politik, pasti akan muncul moron2 yang men-colek2 admin utk memberi peringatan pada yang posting, dan itu ber-ulang2, sampai2 ada ancaman klu masih posting juga akan dikeluarkan dari grup_ 😄😄😄. _Pd grup2 begini, saya pasti tak pernah komen. Soalnya saya tidak merayakan ultah dan tidak suka kuliner juga, jadi males saya baca posting2 di tempat seperti itu kan?_

_Pagi tadi, my bontot boy tilawah setelah jadi imam sholat subuh. Ia membaca surat Al Qasas. Isinya tentang perjuangan Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS melawan tirani kaisar imperium Mesir, Fir’aun, sang MUSUH ALLAH. Di awal, Allah mengatakan bahwa FIR’AUN adalah PENGUASA YANG JAHAT, karena ia MENGADU DOMBA RAKYATNYA untuk memperkokoh kekuasaannya._

_Selanjutnya diceritakan bagaimana Nabi Musa AS, pria cadel yang sejak bayi diasuh oleh Fir’aun, melawan “bapak angkat”nya sendiri. Dan ini kisah yang sangat saya sukai. Seorang pria cadel yang tak jarang ketakutan, berhasil menghabisi kekuasaan seorang kaisar superpower, yg memiliki bala tentara yang super terlatih dan persenjataan perang yang lengkap. Dan bukan main senjata yang digunakan Musa AS untuk melawan segala kedigdayaan Fir’aun, apa itu?_

_Yaitu: kekuatan MULUT!!! Door to door menawarkan konsep ketauhidan, memiliki informan yang bekerja di internal Fir’aun (salah seorg panglima perang Fir’aun membelot dan memihak pada Nabi Musa), menggunakan jasa juru bicara (Nabi Harun menjadi juru bicara Nabi Musa, sebab bicaranya tidak jelas, waktu bayi nabi Musa pernah makan bara api yang ditawarkan Fir’aun, sehingga lidahnya terbakar dan bicaranya menjadi cadel). Apa sebetulnya yg dilakukan Nabi Musa di masa pemerintahan Fir’aun? Nabi Musa BERPOLITIK!_

_Melawan seorang kaisar, dengan lobby mulai dari tingkat rakyat jelata sampai panglima perang, menghadirkan penyusup, itu semua politik kan? Dan sepemahaman saya, hampir semua kisah Nabi2 adalah kisah perlawanan melawan tirani (kecuali Nabi Adam AS, mohon koreksi bila keliru). Dan apa kegiatan para tiran? Mereka MENJAUHKAN MANUSIA DARI PEMURNIAN PENGHAMBAAN PADA ALLAH._

_Tiran di jaman Ibrahim AS memaksa rakyatnya menyembah patung2. Tiran di masa Luth AS memaksa rakyatnya menerima kelakuan LGBT bahkan menghukum rakyat yg menentang LGBT. Tiran di masa Nabi Shaleh memaksa rakyatnya bertransaksi dengan riba dan mereka gemar mengurangi timbangan, dst dst nya._

_Dan tiran yang paling “menggemaskan” adalah Fir’aun, yang secara eksplisit memaksa rakyatnya utk MENYEMBAHNYA, menjadikan Fir’aun mendapat gelar “musuh-KU” dari Allah SWT. Kesimpulannya, NABI2 BERPOLITIK._

_Lalu kenapa kita jadi anti? Kita yakin politik menjauhkan kita dari kekhusyukan sholat, masssaaaa'?_

_Rasulullah SAW itu politisi handal sekaligus panglima perang yg memiliki ketangkasan yang handal serta strategi perang yang jitu. Perjanjian Hudaibiyah merupakan bukti Rasulullah SAW adalah politisi ulung. Perang 12 kali beliau adalah bukti bahwa beliau adalah seorang panglima perang yang handal. Jadi kenapa masih anti pada politik?_

_*Indonesia ini dimerdekakan oleh perjuangan ulama, mereka berpolitik!! Jadi kenapa masih anti pada politik?*_

_Marilah kita jangan mau terbawa propaganda antek2 dajjal yang mengatakan bahwa politik adalah dunia yang kotor. Dia mengatakan itu untuk mengelabui kita, supaya kita lengah. Mengira kita akan aman2 saja dan cukup hanya dengan sholat, mengaji, dan umroh!!!_

_*No!!* Agama Islam bukan agama ritual belaka, keIslaman seseorang tidak dilihat dari keistiqamahannya dalam melakukan ritual. Islam itu agama sosial. Kesalihan seseorang diukur dari seberapa banyak waktunya dihabiskan UTK BER *AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR.*_

_Ingat kisah seorang saudagar yang sedang sakratul maut, saat malaikat Rakib dan Atid memperlihatkan catatan amalnya, timbangannya jatuh ke kiri, dosanya lebih banyak. Namun akhirnya, malaikat Rakib dan Atid menemukan satu catatan kebaikan, yang akhirnya membuat semua dosanya terhapus dan timbangan kebaikannya menjadi sangat berat. Apa amal itu? Tangisan seorang ibu yang berterima kasih pada nya karena dia berikan makanan (dia sendiri belum makan, lalu dia tawarkan pada ibu dan anak2nya yang lapar)._

_Bagaimana kita bisa berharap lepas dari riba kalau kita tidak berpolitik? Bagaimana kita bisa berharap syariah Islam dijalankan bagi kita pemeluk agama Islam klu kita anti pada politik dan menganggap politik adalah sesuatu yang berbau busuk dan menyengat?_

_Sekali lagi, jangan pernah terbawa propaganda antek2 dajjal yang mencoba mengubah mindset kita. Ingat, Islam mengajarkan kita untuk hablum minannaas dan hablum minallaah... ritual HARUS diaplikasikan dalsm kegiatan sosial (amar ma’ruf nahi munkar)._

_Sekian tahun umat Islam di negeri ini dijauhkan dari politik, mulai dari cara halus melalui ceramah2 bapak2 kyai, sampai cara kasar MEMPERTONTONKAN politisi muslim yang (terduga) korupsi seolah2 tidak ada yang non muslim yang korupsi, dan mereka SELALU MENGKAIT2KAN dengan ajaran Islam. Tapi kalau politisi non muslim yang korupsi, mereka buru2 menutup berita, dan kalau ada yang coba2 mengkaitkan dengan agama, mereka buru2 berteriak “GA ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA!”_

_Ayo saudaraku di jalan Allah, jangan anti pada politik. Justru, 87% umat Islam ini harus berpolitik. Kita harus mampu menentukan kemana rakyat ini harus dibawa. Kita TAK BOLEH MENYERAH PADA TIRAN._

_Sebagaimana para Nabi berjuang melawan tiran, kita pun kini beramai2 melawan tiran yang hendak menjauhkan kita dari Allah._
_Politik bukan tabu, politik itu suatu komponen kehidupan, kalau dia tak ada, hidup menjadi tak jelas mau bagaimana._

_Jangan ragu utk bicara soal politik, jangan minder juga, sebagaimana kita tak cerdas, demikian juga para politisi yang saat ini ada, jadi kita punya wewenang informal utk bicara kan?_

_Semoga kita ke depan lebih aware dan lebih melek politik. Cukuplah tiran2 berkuasa, mari kita ciptakan suasana kondusif sehingg muncul *pemimpin yang shiddiq, amanah, tabligh, fathanah.*_

_Ingat, POLITIK ITU WANGI!

Selasa, 07 Agustus 2018

Definisi Sunnah

Busmillah..
DEFINISI SUNAH

Secara Etimologis :
Sunnah berasal dari kata Sanna-yasunnu-sunnatun,_ artinya  jalan, ketetapan, methode, dan juga berarti sejarah.

Secara Terminologis
Sunah ada dua, Sunatullah dan Sunaturrosul

Sunatullah adalah ketetapan Alloh bersifat takwini.

Sunaturrasul
bersifat tasyri’i, ialah thariqatur-rasuuli fie iqamatud-dien wa idzharud-daulah.

Yaitu Jalan, methode, dan petunjuk  Rasulullah SAW, para khalifah rasyidien dan para sahabat r.a (baik berupa ilmu, ucapan, keyakinan, maupun amalan) dalam upaya mewujudkan misi menegak-kan dien Islam dan mewujudkan Daulah (Negara Khilafah).

▪Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali : "Sunnah adalah jalan yang dilalui, termasuk diantaranya adalah berpegang teguh pada sesuatu yang dijalankan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Al-Khulafa Ar-Rasyidun, berupa keyakinan, amalan dan ucapan. Itulah bentuk sunnah yang sempurna".
(Jami'ul Ulumiwal Hikam I : 120)

▪Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : "Sunnah adalah sesuatu yang ditegakkan di atas dalil syari'at, yakni ketaatan kepada Allah dan RasulNya, baik itu perbuatan beliau, atau perbuatan yang dilakukan di masa hidup beliau, atau belum pernah beliau lakukan dan tidak pula pernah dilakukan di masa hidup beliau karena pada masa itu tidak ada hal yang mengharuskan itu dilakukan pada masa hidup beliau, atau karena ada hal yang menghalanginya".
(Majmu' Al-Fatawa oleh Ibnu Taimiyah XXI : 317)